Langsung ke konten utama

Book Review: Wonderful Love

Hai, Pembaca yang syantik dan ganteng.
Terima kasih sudah berkunjung.


Ini adalah book review pertama saya, dan mungkin masih review ala ala amatiran. Jika ada kritik dan saran konstruktif dari pembaca review ini, feel free to tell me, ya. Oke, mari kita mulai review  bukunya.

Jadi, buku ini berjudul "Wonderful Love" karya seorang penulis Cahyadi Takariawan. Buku ini adalah salah satu seri buku best seller "Wonderful Family". 

Oh ya, ada yang belum kenal Cahyadi Takariawan? Kalau buat pecinta buku bertema keluarga dan pernikahan pasti sudah familiar, ya, sebab Cahyadi Takariawan yang akrab dengan sapaan 'Pak Cah' ini selain sudah dikenal sebagai penulis buku-buku bertema keluarga dan pernikahan, beliau juga merupakan conselor dan trainer di Rumah Keluarga Indonesia dan Jogja Family Center. 

Buat ibu-ibu para followers Pak Cah di Instagram juga pasti setuju kalau saya katakan, postingan-postingan  di IG beliau cukup menginspirasi pasangan suami istri dan memberikan pengaruh pada kualitas rumah tangga.

Jadi, Yuk, langsung aja ke review buku ini.

Buku Wonderful Love dari penampakannya, terlihat simple, tapi ellegant dengan desain landscape bersampul hardcover warna biru benhur. Tulisan motif timbul pada bagian covernya keren banget, ya, ini menurut saya. Terdapat 310 halaman. Buku ini merupakan cetakan pertama dari penerbit PT. Adicitra Intermedia di tahun 2018. 

Belum lama terbit dong, ya? Kalo ini kue bisa dibilang ini masih fresh from the oven. Saat membuka halaman pertama buku ini, kita akan disuguhkan sebuah lembaran yang bertuliskan,

"Buku ini saya hadiahkan untuk : .................................................................... " 

It's mean that ... buku ini sangaaat cocok dan memang dihadirkan sebagai solusi bagi siapa saja yang bingung cari kado untuk kerabat atau keluarga yang mau menikah maupun yang sudah menikah. 

Karena dari headline nya kita bisa lihat "Wonderful Love : Menggapai Kesejiwaan Pasangan Suami Istri."  Jadi, tujuan penulis dalam buku ini sejalan dengan judulnya yaitu untuk berbagi  ilmu dan membantu para calon pengantin baru memahami seluk beluk 'Kerumahtanggaan' sebelum memasukinya, agar tidak merasa kaget ketika nanti sudah masuk ke ranah ini. Buku ini juga bisa dijadikan pedoman bagi pasangan suami istri agar kesejiwaan itu tetap terjaga.

Buku ini memberitahukan 10 langkah sederhana untuk menemukan kesejiwaan atau chemistry dengan pasangan agar kehidupan rumah tangga menjadi lebih berkualitas. Adapun 10 langkah yang disajikan oleh penulis itu di antaranya adalah;

1). Berusaha saling mengerti dan memahami
2). Saling membuka diri
3). Berdamai dengan dinamika
4). Memulai dari diri sendiri
5). Terima pengaruh pasangan
6). Merelakan diri untuk berubah
7). Menerima sisi kekurangan dan kelemahan pasangan
8). Ciptakan momentum romantis
9). Nikmati Kebersamaan
10). Menjadi Sahabat Setia

Dalam membahas 10 langkah tersebut, penulis menyajikannya per chapter dan dilengkapi sub chapter juga. Dalam pembahasannya juga ada ilustrasi-ilustrasi yang diceritakan sehingga pembaca mudah memahami konteks bahasannya, dilengkapi juga dengan kumpulan kisah-kisah. 

Sebelum menyajikan bahasan tiap langkah, terdapat gambar-gambar unyu yang mengawali lembaran sebelum pembahasan. Jadi, buku ini tidak monoton hanya dengan tulisan saja tetapi juga disertai gambar sehingga ada sensasi refreshing pada mata pembaca.  Gaya bahasanya yang mudah dipahami mengalir sangat enak.  

Penulis berhasil menghadirkan sensasi rasa saat saya mencerna ilustrasi-ilustrasi dan kisah-kisah cerita yang di sampaikan. Di halaman  11 sampai halaman 13, Penulis berhasil mengaduk perasaan saya jadi merasa sangat deg-degan, khawatir, sekaligus marah tidak terima. Namun, setibanya di halaman 80 dan halaman 81, saya dibuat nyengir sampai ngakak-ngakak, kemudian saya tiba-tiba dibuat sedih dan galau saat sampai di halaman 84, dan perasaan geli saat membaca halaman 302. Seru, ya.

Ada satu paragraf di dalam buku ini yang berkesan bagi saya yaitu;

".....Perasaan cinta antara suami istri itu kenyal seperti gelang karet, lezat bagai bika ambon medan, pahit seperti jamu, kadang menegangkan seperti naik roller coaster. Namun, di situlah letak keindahannya. Ada aneka rasa dalam cinta. Bukan satu rasa. Maka, saat cinta terasa pahit atau terasa menegangkan, jangan cepat-cepat memutuskan untuk bercerai. karena pahitnya jamu itu menyehatkan. Menegangkannya roller coaster itu menyenangkan. Bahkan, jika tiap hari makan bika ambon Medan yang legit, pasti akan cepat bosan. Sebagaimana kalau tiap hari minum jamu yang pahit juga cepat bosan. Sedangkan gelang karet itu tampak rileks. Bisa ditarik dengan kuat hingga tegang, namun bisa dikendurkan dengan sangat lentur. Itulah perasaan antara suami istri, penuh dinamika."


Secara keseluruhan, buku ini bagus. Banyak ilmu dan hikmah yang bisa saya petik. Saya dapat masukan tentang bagaimana mengelola emosi dengan baik terutama emosi 'Marah' untuk mencegah datangnya permasalahan-permasalahan pelik dalam kehidupan sehari-hari saya bersama pasangan.

Oh ya, sekadar info buat yang penasaran dan ingin membaca buku ini, ini dijual seharga 75K dan bisa dibeli pada seseakun yang sudah menghadiahkan buku ini secara gratis pada saya. Sebagai ungkapan terimakasih saya, silahkan kunjungi link akun Facebooknya ini ya,  https://m.facebook.com/gita.dewdew

Terima kasih sudah mampir....
semoga review ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPT test dulu, Baru Bisa Wisuda

Hai, Pembaca yang syantik dan ganteng. Terima kasih sudah berkunjung. Tulisan ini sengaja saya buat spesial untuk adik-adik angkatan di Kampus Alamamater yang mungkin suatu hari nanti akan kepo tentang CEPT test. Kali aja nanti akan ada yang bingung dan butuh informasi tentang ini di minggu-minggu terakhir menjelang ujian thesis mereka. Beberapa hari lalu, saya ikut tes CEPT buat memenuhi persyaratan kelulusan. Ya, tes ini WAJIB dan hanya sertifikat CEPT/TOEFL dari Cilacs UII yang diminta. Artinya, kita nggak boleh tes English Proficiency di tempat lain.  Untuk mengikuti tes ini, kita diberi opsi lokasi tes. Bisa di kantor cilacs UII yang ada di bookstore kampus terpadu UII Jl. Kaliurang atau di kampus UII Jl. Demangan. Saya kemarin, pilih lokasi di bookstore  UII karena dekat. Sebenarnya, seperti apa sih tes CEPT ini? Jadi, CEPT (Certificate of English Proficiency Test) ini serupa dengan tes TOEFL yang akan menentukan kemampuan kamu dalam berbahasa In...